>>> Sajak Bulan darah <<<
Sajak ini ku tulis pada bulan laknat
Di sebuah hari yang terkutuk
Di mana setiap orang bersimpuh
Pada luka penuh darah
Serigala - serigala jubah politik,
berpesta ria dan bermandikan darah
dari kematian rakyat kelas bawah
Kitab undang-undang berceceran
di selokan, kolong jembatan,
muara sungai,
juga tempat sampah...
Mayat-mayat rakyat kecil, para pendemo,
dan pengritis keadilan, hilang
di telan rezim kekuasaan...
Oooo...negeri parody demokrasi
Jutaan asasi terbungkam oleh
narasi-narasi kaum politisi,
tanpa pernah diulas kembali
oleh mereka yang selalu memeluk
diksi...
Oooo...negeri panggung drama turgi
Topeng-topeng watak mulai menyingkapkan diri
dari kebenaran....
Tangis-tangis pilu rakyat jelata
yang memekakan telinga,
hanya lewat dn berlalu begitu saja
Tertiup angin sore hari
dan tersapu deburan ombak di lautan.
Ooooo...sihir-sihir tipu daya muncul
dari tirai panggung sandiwrakyat.
Mahkota-mahkota raja bersinar,
diatas keadilan dan penderitaan rakyat
Bau busuk tercium dari istana keserakahan
Tempat di mana para serigala saling berpesta,
dan memangsa sesamanya...
~Silver Pen, Purwokerto 31 Oktober 2017
