Lautan dan Bangkai-bangkai Ingatan
Di ujung pulau yang teramat biru
Tempat di mana ombak-ombak menghantamkan deburan badai
pada setiap jiwa,
ku tinggalkan bayang-bayang
memori retak disana...
bersama dengan bangkai-bangkai penyesalan
Di ujung pulau yang teramat biru
Tempat di mana ombak-ombak menghantamkan deburan badai
pada setiap jiwa,
ku tinggalkan bayang-bayang
memori retak disana...
bersama dengan bangkai-bangkai penyesalan
dan ingatan yang memenuhi ruang hatiku.
Ku larungkan doa dan harapan
pada Sang Penguasa lautan semesta
Bersamaan dengan pergi dan kembalinya deburan ombak yang datang
dan pergi silih berganti.
Juga bersama hembusan angin-angin pantai yang tiada henti-hentinya
memberiku ketenangan dalam batin.
Lalu, di sekujur waktuku yang penuh luka, ku biarkan semua goresan duka
membusuk begitu saja.
Terbuang dan mengambang diujung tepi pantai.
Bersama buih-buih air laut yang tak pernah berarti lagi...
Silver Pen, Purwokerto02 April 2018
Ku larungkan doa dan harapan
pada Sang Penguasa lautan semesta
Bersamaan dengan pergi dan kembalinya deburan ombak yang datang
dan pergi silih berganti.
Juga bersama hembusan angin-angin pantai yang tiada henti-hentinya
memberiku ketenangan dalam batin.
Lalu, di sekujur waktuku yang penuh luka, ku biarkan semua goresan duka
membusuk begitu saja.
Terbuang dan mengambang diujung tepi pantai.
Bersama buih-buih air laut yang tak pernah berarti lagi...
Silver Pen, Purwokerto02 April 2018
Sangat bagus, (ADMIN PENULIS) line
BalasHapus